Terimakasih Telah Berkunjung di Blog Saya dan Jangan Lupa Klik Tombol Like Disamping. Bagi Pengguna Akun Google Anda Bisa Join dan Memberi +1 Pada Bagian Bawah(Kiri dan Kanan) Blog Ini

Jumat, 20 Juli 2012

10 Ikan Prasejarah yang Masih Hidup Sampai Sekarang

10. Hagfish
Menurut catatan, hagfish telah ada selama lebih dari 300 juta tahun. Ditemukan di perairan yang relatif dalam, binatang ini kadang-kadang disebut lendir belut, tetapi mereka sebenarnya bukan belut, dan sebenarnya mereka bahkan tidak mirip ikan sama sekali. Menurut beberapa ilmuwan, mereka adalah hewan yang sangat aneh dalam semua hal, mereka memiliki tengkorak tetapi tidak memiliki tulang belakang, dan mereka memiliki dua otak. Hampir buta, mereka makan di malam hari mereka memakan bangkai hewan besar (ikan, paus dll) yang jatuh ke dasar laut.

9. Lancetfish
Lancetfish dikenal sebagai ikan yang sudah ada pada zaman prasejarah, gigi yang tampak keluar dan tajam pada rahang dan sirip pada punggungnya. Panjang Lancetfish Sampai dua meter, predator ini ditemukan di semua samudra kecuali untuk daerah kutub, Lancetfish memakan ikan kecil dan cumi-cumi, dan Lancetfish juga memakan ikan-ikan besar.

8. Arwana
Osteoglossids(Arwana), ikan ini sudah ada pada periode Jurassic. Hari ini, mereka ditemukan di Amazon, dan di beberapa bagian Afrika, Asia dan Australia. Kadang-kadang disimpan sebagai hewan peliharaan eksotis. Arwana adalah ikan yang memakan binatang kecil dan cacing yang mereka bisa dapatkan, termasuk burung dan kelelawar yang mereka tangkap saat terbang, Arwana juga dapat melompat hingga 2 meter Ke udara . Di Cina, Arwana dikenal sebagai “ikan-naga” karena penampilan mereka, dan mereka dianggap pertanda nasib baik.

7. Frilled Shark
Ini predator laut dalam, salah satu hiu yang paling primitif hidup pada zaman sekarang, adalah peninggalan dari periode Cretaceous, hiu berjumbai dapat tumbuh hingga 2 meter (Ukuran Hiu perempuan lebih besar daripada hiu laki-laki) dan mereka tinggal di perairan dalam, di mana sebagian besar mereka makan cumi-cumi. Mereka tidak berbahaya bagi manusia, dan Sebenarnya, hiu menghabiskan seluruh hidup mereka tanpa melihat manusia karena mereka tinggal di laut dalam. Hanya spesimen yang sudah mati biasanya terlihat di permukaan dan dicatat oleh nelayan atau ilmuwan.

6. Sturgeon
Sturgeon sudah dikenal sebagai salah satu sumber utama kaviar(telur ikan) karena penangkapan secara berlebihan, populasinya sedang terancam saat ini. Spesies sturgeon terbesar dapat tumbuh hingga 6 meter, yang sama besar dengan hiu putih, Sturgeon memakan binatang kecil dari dasar laut dan tidak menimbulkan bahaya bagi manusia, kecuali diprovokasi.

5. Arapaima
Sekilas ikan ini mirip dengan ikan arwana, Arapaima Amazon dianggap sebagai ikan air tawar terbesar di dunia. Menurut deskripsi awal, bisa tumbuh sampai sampai 4,5 meter, tapi hingga saat ini, Arapaima besar seperti ini jarang ditemukan dan arapaimas paling dewasa rata-rata berukuran 2 meter. Arapaima memakan ikan kecil, krustasea dan apa pun hewan yang kecil bisa masuk ke dalam mulut mereka. Salah satu ciri menarik dari ikan ini adalah menghirup oksigen dari udara agar bertahan hidup. Arapaimas tidak menimbulkan bahaya bagi manusia dan sering diburu untuk diambil dagingnya, sayangnya Arapaima sangat langka saat ini.

4. Sawfish
Hewan ini adalah korban dari periode Cretaceous, dan dapat ditemukan baik di laut atau di sungai pada kedalaman 100 km dengan panjang 7 meter, ikan ini terlihat seperti ikan hiu dengan mulut yang menyerupai gergaji mesin, namun sawfish bukan termasuk di dalam spesies ikan hiu hanya mirip. Sawfish itu sebenarnya bukan ras hiu, melainkan termasuk ras ikan pari, dari bentuk bawah badannya yang berbentuk datar, tidak seperti hiu yang bagian bawahnya yang lebih ramping berbentuk streamline yang memudahkan hiu untuk berenang dengan cepat di air, dan sawfish mempunyai mulut kecil yang sejajar dengan tubuh bagian bawahnya yang menyatu dengan tubuhnya. Sawfish juga punya sirip depan yang sejajar dengan bagian bawahnya.

3. Alligator Gar


Ini predator bersisik tebal yang ditemukan di AS selatan, utara dan timur Meksiko, menjadi ikan air tawar terbesar di Amerika Utara. Alligator Gar dapat tumbuh hingga 4 meter dan berat sampai 200 kg. Alligator Gar yang disebut demikian karena penampilan mereka mirip reptil buaya dan rahang yang panjang, memiliki 2 sisi gigi yang tajam. Alligator Gar adalah predator yang rakus dan telah dikenal berbahaya untuk manusia, meskipun belum dikonfirmasi kematian karena Alligator Gar telah dicatat sampai saat ini. Gar adalah salah satu dari ikan tertua yang hidup saat ini.

2. Polypterus Senegalus


Ikan Africa ini sering disebut “belut dinosaurus”, karena penampilan mereka dan sirip punggung bergerigi. Mereka sebenarnya bukan belut, tetapi anggota keluarga Bichirs. Meskipun sering dijual sebagai hewan peliharaan eksotis “belut dinosaurus”, mereka dapat bertahan keluar dari air untuk jangka waktu yang lama selama kulit mereka tetap basah.

1. Coelacanth


Coelacanth adalah yang paling terkenal dari semua “fosil hidup” dan pantas menjadi # 1 dalam daftar ini, karena ini adalah contoh terbaik dari sebuah takson Lazarus, ini adalah binatang yang seharusnya lama punah dan tak terduga ditemukan masih hidup hingga sekarang. Ikan ini seharusnya telah punah pada periode Cretaceous, bersama dengan dinosaurus, tetapi pada tahun 1938, sebuah spesimen hidup tertangkap di Afrika Selatan. Sejak itu, spesimen telah dilihat dan difoto, dan spesies Coelacanth kedua bahkan ditemukan di Indonesia pada tahun 1999. Ikan ini adalah predator besar, panjangnya 2 meter, mereka memakan ikan yang kecil, termasuk hiu kecil, dan biasanya ditemukan di laut dalam perairan gelap.

Mollusca


Mollusca (dalam bahasa latin, molluscus = lunak) merupakan hewan yang bertubuh lunak.Tubuhnya lunak dilindungi oleh cangkang, meskipun ada juga yang tidak bercangkang.Hewan ini tergolong triploblastik selomata.
Ciri tubuh
Ciri tubuh Mollusca meliputi ukuran, bentuk, struktur, dan fungsi tubuh.
Ukuran dan bentuk tubuh
Ukuran dan bentuk mollusca sangat bervariasi.Misalnya siput yang panjangnya hanya beberapa milimeter dengan bentuk bulat telur.Namun ada yang dengan bentuk torpedo bersayap yang panjangnya lebih dari 18 m seperti cum-cumi raksasa.
Struktur dan fungsi tubuh
Tubuh mollusca terdiri dari tiga bagian utama :
Kaki merupakan penjulur bagian ventral tubuhnya yang berotot.Kaki berfungsi untuk bergerak merayap atau menggali.Pada beberapa molluska kakinya ada yang termodifikasi menjadi tentakel yang berfungsi untuk menangkap mangsa.
Massa viseral adalah bagian tubuh mollusca yang lunak.Massa viseral merupakan kumpulansebagaian besar organ tubuh seperti pencernaan, ekskresi, dan reproduksi.
Mantel membentuk rongga mantel yang berisi cairan.Cairan tersebut merupakan lubang insang, lubang ekskresi, dan anus.Selain itu, mantel dapat mensekresikan bahan penyusun cangkang pada mollusca bercangkang.
Sistem saraf mollusca terdiri dari cincin saraf yang nengelilingi esofagus dengan serabut saraf yang melebar.Sistem pencernaan mollusca lengkap terdiri dari mulut, esofagus, lambung, usus, dan anus.Ada pula yang memiliki rahang dan lidah pada mollusca tertentu.Lidah bergigi yang melengkung kebelakang disebut radula.Radula berfungsi untuk melumat makanan.Mollusca yang hidup di air bernapas dengan insang.Sedangkan yang hidup di darat tidak memiliki insang.Pertukaran udara mollusca dilakukan di rongga mantel berpembuluh darah yang berfungsi sebagai paru-paru.Organ ekskresinya berupa seoasang nefridia yang berperan sebagai ginjal.
Cara hidup dan habitat
Mollusca hidup secar heterotrof dengan memakan ganggang, udang, ikan ataupun sisa-sisa organisme.Habitatnya di air tawar, di laut dan didarat.Beberapa juga ada yang hidup sebagai parasit.
Reproduksi
Mollusca bereproduksi secara seksual dan masing-masing organ seksual saling terpisah pada individu lain.Fertilisasi dilakukan secara internal dan eksternal untuk menghasilkan telur.Telur berkembang menjadi larva dan berkembang lagi menjadi individu dewasa.
Klasifikasi
Mollusca merupakan filum terbesar dari kingdom animalia.Molluska dibedakan menurut tipe kaki, posisi kaki, dan tipe cangkang, yaitu Gastropoda, Pelecypoda, dan Cephalopoda.
Gastropoda
gastropoda
gastropoda
Gastropoda (dalam bahasa latin, gaster = perut, podos = kaki) adalah kelompok hewan yang menggunakan perut sebagai alat gerak atau kakinya.Misalnya, siput air (Lymnaea sp.), remis (Corbicula javanica), dan bekicot (Achatia fulica).Hewan ini memiliki ciri khas berkaki lebar dan pipih pada bagian ventrel tubuhnya.Gastropoda bergerak lambat menggunakan kakinya.
Gastropoda darat terdiri dari sepasang tentakel panjang dan sepasang tentakel pendek.Pada ujung tentakel panjang terdapat mata yang berfungsi untuk mengetahui gelap dan terang.Sedangkan pada tentakel pendek berfungsi sebagai alat peraba dan pembau.Gastropoda akuatik bernapas dengan insang, sedangkan Gastropoda darat bernapas menggunakan rongga mantel.
Pelecypoda

Pelecypoda diidentefikasikan sebagai kerang (Anadara sp.), tiram mutiara (Pinctada margaritifera dan Pinctada mertinsis), kerang raksasa (Tridacna sp.), dan kerang hijau (Mytilus viridis).
pelecypoda
Pelecypoda memiliki ciri khas, yaitu kaki berbentuk pipih seperti kapak.Kaki Pelecypoda dapat dijulurkan dan digunakan untuk melekat atau menggali pasir dan lumpur.Pelecypoda ada yang hidup menetap dan membenamkan diri di dasar perairan.Pelecypoda mampu melekat pada bebatuan, cangkang hewan lain, atau perahu karena mensekresikan zat perekat.
Pelecypoda memiliki dua buah cangkang pipih yang setangkup sehingga disebut juga Bivalvia.Kedua cangkang pada bagian tengah dorsal dihubungkan oleh jaringan ikat (ligamen) yang berfungsi seperti engsel untuk membuka dan menutup cangkang dengan cara mengencangkan dan mengendurkan otot.Cangkang tersusun dari lapisan periostrakum, prismatik, dan nakreas.Pada tiram mutiara, jika di antara mantel dan cangkangnya masuk benda asing seperti pasir, lama-kelamaan akan terbentuk mutiara.Mutiara terbentuk karena benda asing tersebut terbungkus oleh hasil sekresi palisan cangkang nakreas.Pelecypoda tidak memiliki kepala.Mulutnya terdapat pada rongga mantel, dilengkapi dengan labial palpus.
Pelecypoda tidak memiliki rahang atau radula.Maka makanannya berupa hewan kecil seperti protozoa, diatom, dan sejenis lainnya.Insang Pelecypoda berbentuk lembaran sehingga hewan ini disebut juga Lamellibranchiata (dalam bahasa latin, lamella = lembaran, branchia = insang).Lembaran insang dalam rongga mantel menyaring makanan dari air yang masuk kedalam rongga mantel melalui sifon (corong).Sistem saraf Pelecypoda terdiri dari tiga pasang ganglion yang saling berhubungan.Tiga ganglion tersebut adalah ganglion anterior, ganglion pedal, dan ganglion posterior.Reproduksi Pelecypoda terjadi secara seksual.Organ seksual terpisah pada masing-masing individu.Fertilisasi terjadi secara internal maupun eksternal.Pembuahan menghasilkan zigot yang kemudian akan menjadi larva.
Cephalopoda
cephalopodaCephalopoda (dalam bahasa latin, chepalo = kepala, podos = kaki) merupakan Mollusca yang memiliki kaki di kepala.Anggota Cephalopoda misalnya sotong (Sepia officinalis), cumi-cumi (loligo sp.), dan gurita (Octopus sp.)Hidup Cephalopoda seluruhnya di laut dengan merayap atau berenang di dasar laut.Makananya berupa kepiting atau invertebrata lainnya.Sebagai hewan pemangsa, hampir semua Cephalopoda bergerak cepat dengan berenang.Kebanyakan Cephalopoda memiliki organ pertahanan berupa kantong tinta.Kantong tinta berisikan cairan seperti tinta berwarna coklat atau hitam yang terletak di ventral tubuhnya.Tinta ini akan di keluarkan jika hewan ini merasa terancam dengan cara menyemburkannya.Cephalopoda memiliki kaki berupa tentakel yang berfungsi untuk menangkap mangsanya.Cephalopoda memiliki sistem saraf yang berpusat di kepalanya menyerupai otak.Untuk reproduksi hewan ini berlangsung secara seksual.Cephalopoda memiliki organ reproduksi berumah dua (dioseus).Pembuahan berlangsung secra internal dan menghasilkan telur.
Peran mollusca bagi manusia
Umumnya mollusca menguntungkan bagi manusia, namun ada pula yang merugikan.Peran mollusca yang menguntungkan adalah sebagai berikut :
-Sumber makanan berprotein tinggi, misalnya tiram batu (Aemaea sp.), kerang (Anadara sp.), kerang hijau (Mytilus viridis), Tridacna sp., sotong (Sepia sp.)
cumi-cumi (Loligo sp.), remis (Corbicula javanica), dan bekicot (Achatina fulica).
-Perhiasan, misalnya tiram mutiara (Pinctada margaritifera).
-Hiasan dan kancing, misalnya dari cangkang tiram batu, Nautilus, dan tiram mutiara.
-Bahan baku teraso, misalnya cangkang Tridacna sp.
Mollusca yang merugikan bagi manusia, misalnya bekicot dan keong sawah yang merupakan hama dari tanaman.
Siput air adalah perantara cacing Fasciola hepatica.

Kamis, 19 Juli 2012

Meluruskan Beberapa Mitos Seputar Seafood

Masih banyak orang menghindari seafood karena takut dengan beberapa anggapan yang salah dan telah menjadi semacam mitos. Padahal, seafood lebih banyak manfaatnya ketimbang sumber protein hewani lainnya.
Mitos 1
Seafood memicu alergi.


Lautan adalah sumber berbagai unsur kimia sehingga kandungan unsur kimia yang menyusun tubuh ikan laut pun lebih beragam dibanding yang hidup di darat (ait tawar). Karena keragaman pakan mereka itulah, khasiat yang tersimpan dalam ikan laut lebih baik dari ikan air tawar. Namun di sisi lain, keragaman organisme di lautan bebas yang menjadi pakan ikan ini justu bisa memicu alergi, bagi sebagian orang.


Asthma and Allergy Foundation of America pada awal 2010 merilis fakta bahwa menjadi pemicu, seafood bukan penyabab alergi. munculnya alergi secara umum karena tubuh bereaksi berlebihan saat mendeteksi zat makanan tertentu. Akibatnya muncullah gejala alergi, berupa gatal-gatal, bercak merah di kulit, mual, pusing, dsb.


"Sensitivitas ini kebanyakan terjadi pada anak-anak (termasuk saya, hehehe), karena sistem imun mereka masih sangat sensitif. Reaksi berlebihan bisa muncul saat mereka makan seafood, yang relatif sangat beragam dibanding sumber pangan yang lain," ujar Frank Greer, ahli pediatri yang juga Ketua American Academy of Pediatrics (AAP) Committee on Nutrition. Dia menambahkan, kebanyakan anak-anak mengalami alergi pada jenis seafood jenis molusca (tak bertulang belakang), misal kerang, cumi-cumi, dan udang serta ikan bersisik besar.

Lebih jauh mengenai hal ini, konsultan gizi perikanan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Mulia Nurhasan,M.Sc., menjelaskan molusca seperti udang, cumi-cumi, kerang dan lainnya serta ikan-ikan bersisik besar seperti kerapu, kakap, dan teri hidup di bagian permukaan laut (epiplagis) dengan kedalaman maksimal 25 meter. Pada permukaan laut inilah berbagai unsur kimia, termasuk limbah berserakan. "Hewan-hewan molusca yang hidup di lingkungan ini mengakumulasi mineral dan bahan kimia dalam tubuh mereka," ungkap Mulia. Dalam jumlah berlebihan, mineral tertentu dapat memicu timbulnya alergi dan bahkan keracunan atau penyakit lain.

Cara hidup ini menyebabkan komposisi kimia tubuh mollusca sangat beragam. Pada sebagian orang, sistem imun tubuhnya sangat sensitif sehingga terjadilah alergi ketika molusca itu dimakan. "Begitu juga ikan epiplagis yang hanya hidup di perairan dangkal. Ikan-ikan ini lebih terekspos terhadap polusi air, sampah, dan berbagai jenis limbah yang dibuang manusia ke perairan. Karena air, tempat hidup mereka tercemar, ikan epiplagis menjadi lebih rawan tercemar."

Jenis ikan laut yang memiliki kandungan gizi terbaik dan yang lingkungan hidupnya lebih bersih adalah dari kelompok tuna. Kandungan paling menonjol dari tuna adalah asam lemak Omega 3, DHA, dan EPA. Hal itu karena tuna hidup di kedalaman mesopelagis (25-200 meter), lebih selektif memilih makanan, dan cara hidupnya cenderung menjelajah, atau tidak diam di satu tempat. Mereka tidak suka makanan seperti ganggang, alga, dan mikroorganisme lainnya yang dimakan molusca maupun ikan bersisik besar, sehingga tuna jarang memicu alergi pada manusia. Tuna lebih menyukai zooplankton, seperti teri dan ikan-ikan kecil permukaan laut.

Pemicu munculnya alergi pada makanan laut pun ternyata bukan hanya gara-gara mengonsumsinya. Masih berdasarkan penelitian yayasan tersebut, ada orang-orang yang sudah menunjukkan gejala gatal-gatal saat mencium bau hewan laut. Untuk itu, baik Mulia dan Greer mengusulkan mereka yang sensitif untuk membiasakan diri memakan seafood sedini mungkin. Dan bagi orang-orang yang sudah terlanjur alergi terhadap ikan atau makanan laut, jangan menyerah dengan menghindari makan ikan selamanya. Alergi ikan biasanya sangat spesifik terhadap jenis ikan tertentu. "Kenali jenis ikan atau seafood apa yang tidak disukai tubuh anda. Dan cobalah konsumsi ikan jenis lain, yang tubuh anda tidak alergi terhadapnya," saran Mulia

Mitos 2
seafood sebabkan hipertensi dan gangguan jantung.

Tidak seperti anggapan umum, hipertensi - sebagai salah satu penyebab gangguan jantung serius - justru dapat dicegah dengan makan ikan yang dimasak dengan cara sehat. Kandungan tak jenuh ganda pada ikan berpotensi menurunkan tekanan darah tinggi dan mengurangi stress. "Berbagai macam penelitian sudah dilakukan dan kebanyakan hasil nya mendukung hipotesis ini," demikian menurut Mulia. Tekanan darah tinggi disebabkan oleh jantung yang bekerja terlalu keras memompa darah. Dan penyebabnya, antara lain karena darah yang mengental.

Konsumsi makanan yang mengandung banyak lemak jenuh ganda diduga merupakan salah satu faktor pengentalan darah. Sementara ikan justru mengandung lemak tak jenuh ganda yang dapat membantu mengencerkan darah.

Asam lemak Omega 3 pada ikan berkhasiat mencegah pengentalan darah dengan cara menekan kadar trigliserida (golongan lemak yang menyebabkan pengentalan darah), sehingga aliran darah ke jantung lancar dan jantung pun sehat.

Lalu bagaimana dengan rasa asin (kandungan garam) pada seafood yang diduga memicu hipertensi? Rasa asin ikan laut tentu karena perairan habitatnya bersalinitas tinggi. Dari berbagai kandungan mineral yang ada di air laut seperti Sodium (Na), Magnesium (Mg), Kalium (K), dan lainnya, Sodium paling banyak dimiliki hewan dan tumbuhan laut. Bagaimanapun, Sodium dibutuhkan tubuh untuk menyeimbangkan kadar kimia, termasuk mengatur tekanan darah.

United States Departement of Health and Human Services mengatakan batas asupan Sodium harian yang masih sehat adalah kurang dari 1500mg/hari. Jika lebih, Sodium berpotensi meningkatkan tekanan darah. Tapi kandungan ikan laut tak melulu hanya Sodium, ada mineral penyeimbang lainnya seperti Potasium, Iodine, dan lainnya yang bermanfaat untuk tubuh. Lagipula kandungan Sodiumnya hanya berkisar 45-90mg.

Menurutnya, penelitian yang dilakukan secara konsisten, menunjukkan bahwa Omega-3 yang ditemukan pada ikan dan tumbuhan laut memberi manfaat kesehatan yang luar biasa, asalkan disajikan dengan tepat.

Bila ingin menyantap seafood sebaiknya jangan selalu digoreng. "Olah dengan cara direbus, dikukus, presto, atau dipanggang, agar tidak menambah asam lemak jenuh dari minyak kelapa sawit yang biasa dipakai menggoreng. Jika menggoreng, jangan terlalu lama dan api yang besar, dikhawatirkan bisa merusak asam lemak dan asama amino pada ikan," saran Mulia.

Mitos 3
semua seafood sehat


Walaupun ikan sangat bermanfaat bagi kesehatan, perlu diwaspadai asal ikan yang akan dikonsumsi. Pusat Data dan Informasi Kementrian Kelautan dan Perikanan (Pusdatin-KKP) pada April 2011 merilis informasi bahwa tingkat pencemaran lingkungan laut Indonesia cukup tinggi.
Ditandai antara lain dengan terjadinya eutrofikasi atau meningkatnya jumlah polutan yang dimakan ikan.

"Jika dikonsumsi manusia, polutan tersebut akan mencemari tubuh manusia," ungkap Mulia. Ikan yang berasal dari perairan tercemar pun akan lebih cepat busuk. Namun janganlah hal ini membuat anda patah arang untuk makan ikan. Masih banyak cara untuk mendapat ikan yang sehat.

Meski sekilas tampak segar, fisik ikan yang didapat dari perairan tercemar mengalami banyak kerusakan. Polusi mengundang parasit bermutasi cepat di tubuh ikan sehingga akan terlihat banyak luka dan patah-patah pada sirip dan sisik. Berikut beberapa ciri ikan segar, agar anda bisa mendapat ikan yang sehat.

1. Rigor mortis palsu yang panjang
Ikan segar memiliki rentang rigor mortis yang panjang. Rigor mortis adalah periode antara pasca kematian menuju busuk (autolysis). Kondisi rigor mortis ditandai dengan mata yang terang, bening, menonjol dan cembung, sementara ikan yang busuk matanya redup, merah, terbenam, dan tertutup lendir.


2. Lendir ikan segar tidak berwarna
Badan ikan segar dibungkus lendir sebagai alat bantu renang. Lendir ikan segar lebih cemerlang, homogen dan transparan, sedang lendir ikan yang busuk berubah warna kekuningan dengan bau tidak sedap. Sementara ikan yang terkontaminasi polusi, kondisi lendirnya mengering dan berwarna putih susu.

3. Warna dan bau tidak menyengat
Warna dan bau ikan segar pun berbeda. Warna ikan yang segar cemerlang, sebaliknya ikan yang busuk kulitnya berwarna pudar. Ikan segar tidak mengandung bau-bau asing yang menusuk hidung.

Semoga bermanfaat ;)

Salinitas Air Laut


Salinitas adalah tingkat keasinan atau kadar garam terlarut dalam air. Salinitas juga dapat mengacu pada kandungan garam dalam tanahAir laut mengandung 3,5% garam-garaman, gas-gas terlarut, bahan-bahan organik dan partikel-partikel tak terlarut. Keberadaan garam-garaman mempengaruhi sifat fisis air laut (seperti: densitas, kompresibilitas, titik beku, dan temperatur dimana densitas menjadi maksimum) beberapa tingkat, tetapi tidak menentukannya. Beberapa sifat (viskositas, daya serap cahaya) tidak terpengaruh secara signifikan oleh salinitas. Dua sifat yang sangat ditentukan oleh jumlah garam di laut (salinitas) adalah daya hantar listrik (konduktivitas) dan tekanan osmosis.
Garam-garaman utama yang terdapat dalam air laut adalah klorida (55%), natrium (31%), sulfat (8%), magnesium (4%), kalsium (1%), potasium (1%) dan sisanya (kurang dari 1%) teridiri dari bikarbonat, bromida, asam borak, strontium dan florida. Tiga sumber utama garam-garaman di laut adalah pelapukan batuan di darat, gas-gas vulkanik dan sirkulasi lubang-lubang hidrotermal (hydrothermal vents) di laut dalam.
Secara ideal, salinitas merupakan jumlah dari seluruh garam-garaman dalam gram pada setiap kilogram air laut. Secara praktis, adalah susah untuk mengukur salinitas di laut, oleh karena itu penentuan harga salinitas dilakukan dengan meninjau komponen yang terpenting saja yaitu klorida (Cl). Kandungan klorida ditetapkan pada tahun 1902 sebagai jumlah dalam gram ion klorida pada satu kilogram air laut jika semua halogen digantikan oleh klorida. Penetapan ini mencerminkan proses kimiawi titrasi untuk menentukan kandungan klorida.
Salinitas ditetapkan pada tahun 1902 sebagai jumlah total dalam gram bahan-bahan terlarut dalam satu kilogram air laut jika semua karbonat dirubah menjadi oksida, semua bromida dan yodium dirubah menjadi klorida dan semua bahan-bahan organik dioksidasi. Selanjutnya hubungan antara salinitas dan klorida ditentukan melalui suatu rangkaian pengukuran dasar laboratorium berdasarkan pada sampel air laut di seluruh dunia dan dinyatakan sebagai:
S (o/oo) = 0.03 +1.805 Cl (o/oo) (1902)
Lambang o/oo (dibaca per mil) adalah bagian per seribu. Kandungan garam 3,5% sebanding dengan 35o/oo atau 35 gram garam di dalam satu kilogram air laut.
Persamaan tahun 1902 di atas akan memberikan harga salinitas sebesar 0,03o/oo jika klorinitas sama dengan nol dan hal ini sangat menarik perhatian dan menunjukkan adanya masalah dalam sampel air yang digunakan untuk pengukuran laboratorium. Oleh karena itu, pada tahun 1969 UNESCO memutuskan untuk mengulang kembali penentuan dasar hubungan antara klorinitas dan salinitas dan memperkenalkan definisi baru yang dikenal sebagai salinitas absolut dengan rumus:
S (o/oo) = 1.80655 Cl (o/oo) (1969)
Namun demikian, dari hasil pengulangan definisi ini ternyata didapatkan hasil yang sama dengan definisi sebelumnya.
Definisi salinitas ditinjau kembali ketika tekhnik untuk menentukan salinitas dari pengukuran konduktivitas, temperatur dan tekanan dikembangkan. Sejak tahun 1978, didefinisikan suatu satuan baru yaitu Practical Salinity Scale (Skala Salinitas Praktis) dengan simbol S, sebagai rasio dari konduktivitas.
"Salinitas praktis dari suatu sampel air laut ditetapkan sebagai rasio dari konduktivitas listrik (K) sampel air laut pada temperatur 15oC dan tekanan satu standar atmosfer terhadap larutan kalium klorida (KCl), dimana bagian massa KCl adalah 0,0324356 pada temperatur dan tekanan yang sama. Rumus dari definisi ini adalah:
S = 0.0080 - 0.1692 K1/2 + 25.3853 K + 14.0941 K3/2 - 7.0261 K2 + 2.7081 K5/2
Catatan:
Dari penggunaan definisi baru ini, dimana salinitas dinyatakan sebagai rasio, maka satuan o/oo tidak lagi berlaku, nilai 35o/ooberkaitan dengan nilai 35 dalam satuan praktis. Beberapa oseanografer menggunakan satuan "psu" dalam menuliskan harga salinitas, yang merupakan singkatan dari "practical salinity unit". Karena salinitas praktis adalah rasio, maka sebenarnya ia tidak memiliki satuan, jadi penggunaan satuan "psu" sebenarnya tidak mengandung makna apapun dan tidak diperlukan. Pada kebanyakan peralatan yang ada saat ini, pengukuran harga salinitas dilakukan berdasarkan pada hasil pengukuran konduktivitas.
Salinitas di daerah subpolar (yaitu daerah di atas daerah subtropis hingga mendekati kutub) rendah di permukaan dan bertambah secara tetap (monotonik) terhadap kedalaman. Di daerah subtropis (atau semi tropis, yaitu daerah antara 23,5o - 40oLU atau 23,5o - 40oLS), salinitas di permukaan lebih besar daripada di kedalaman akibat besarnya evaporasi (penguapan). Di kedalaman sekitar 500 sampai 1000 meter harga salinitasnya rendah dan kembali bertambah secara monotonik terhadap kedalaman. Sementara itu, di daerah tropis salinitas di permukaan lebih rendah daripada di kedalaman akibatnya tingginya presipitasi (curah hujan).

Penentuan awal Ramadhan

Jakarta - Setelah pemantauan
hilal dilakukan di beberapa titik
di Indonesia, akhirnya
ditetapkan 1 Ramadan 1433 H jatuh pada Sabtu, 21 Juli 2012.
Tidak ada perbedaan pendapat dalam sidang itsbat yang
digelar malam ini dengan melibatkan sejumlah ormas
Islam tersebut.
"Sesuai laporan tadi dan pencermatam pertimbangan
yang dilakukan di berbagai tempat tadi, bahwa hilal tidak
bisa dilihat. Oleh karenanya, 1
Ramadan 1433 H jatuh pada hari Sabtu 21 Juli 2012," ujar
Menteri Agama Suryadarma Ali
dalam jumpa pers usai sidang
isbat di Kantor Kemenag, Jalan
MH Thamrin, Kamis (19/7/2012).
Keputusan itu dibacakan
setelah pembacaan laporan pengamatan hilal oleh Direktur
Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Direktorat
Jenderal Bimbingan Masyarakat (Binmas), Kementerian Agama,
Ahmad Jauhari.
"Laporan rukyat yang masuk ke
pusat sebanyak 38 lokasi. Semuanya menyatakan tidak
melihat hilal," ujar Jauhari. Titik lokasi pemantauan antara
lain Papua, Papua Barat, Maluku,
Maluku Utara, Gorontalo, Sultengara, Sulut, Sultengah,
NTT, Bali, NTB, Sulsel, Mamuju, Kaltengah, Kaltim, Kalbar, Kaltim,
Kalsel, Jatim, DIY, Jateng, hingga
Aceh. Sejumlah tokoh Islam telah
hadir di antaranya Ketua Komisi
VIII DPR, Ida Fauziah,
Perwakilan dari BMKG,
perwakilan ormas Islam seperti
Persis, HTI dan sebagainya,
PBNU, dan lembaga Islam seperti MUI, Dewan Masjid
Indonesia, Badan Hisab Rukyat, dan ICMI.