Terimakasih Telah Berkunjung di Blog Saya dan Jangan Lupa Klik Tombol Like Disamping. Bagi Pengguna Akun Google Anda Bisa Join dan Memberi +1 Pada Bagian Bawah(Kiri dan Kanan) Blog Ini

Minggu, 22 Juli 2012

Masa Depan Bumi Saat Matahari Berevolusi


Perubahan iklim dan pemanasan global yang terjadi akhir-akhir ini menjadi salah satu efek yang sangat signifikan dalam perubahan kondisi Bumi selama beberapa dekade dan abad ke depan. Namun, bagaimana dengan nasib Bumi jika terjadi pemanasan bertahap saat Matahari menuju masa akhir hidupnya sebagai bintang katai putih? Akankah Bumi bertahan, ataukah masa tersebut akan menjadi masa akhir kehidupan Bumi?
Bintang Raksasa Merah. Impresi artis. source : Universetoday
Milyaran tahun lagi, Matahari akan mengembang menjadi bintang raksasa merah. Saat itu, ia akan membesar dan menelan orbit Bumi. Akankah Bumi ditelan oleh Matahari seperti halnya Venus dan Merkurius? Pertanyaan ini telah menjadi diskusi panjang di kalangan astronom. Akankah kehidupan di Bumi tetap ada saat matahari menjadi Katai Putih?
Berdasarkan perhitungan yang dilakukan K.-P. Schr¨oder dan Robert Connon Smith, ketika Matahari menjadi bintang raksasa merah, ekuatornya bahkan sudah melebihi jarak Mars. Dengan demikian, seluruh planet dalam di Tata Surya akan ditelan olehnya. Akan tiba saatnya ketika peningkatan fluks Matahari juga meningkatkan temperatur rata-rata di Bumi sampai pada level yang tidak memungkinkan mekanisme biologi dan mekanisme lainnya tahan terhadap kondisi tersebut.
Saat Matahari memasuki tahap akhir evolusi kehidupannya, ia akan mengalami kehilangan massa yang besar melalui angin bintang. Dan saat Matahari bertumbuh (membesar dalam ukuran), ia akan kehilangan massa sehingga planet-planet yang mengitarinya bergerak spiral keluar. Lagi-lagi pertanyaannya bagaimana dengan Bumi? Akankah Matahari yang sedang mengembang itu mengambil alih planet-planet yang bergerak spiral, atau akankah Bumi dan bahkan Venus bisa lolos dari cengkeramannya?
Perhitungan yang dilakukan oleh K.-P Schroder dan Robert Cannon Smith menunjukan, saat Matahari menjadi bintang raksasa merah di usianya yang ke 7,59 milyar tahun, ia akan mulai mengalami kehilangan massa. Matahari pada saat itu akan mengembang dan memiliki radius 256 kali radiusnya saat ini dan massanya akan tereduksi sampai 67% dari massanya sekarang. Saat mengembang, Matahari akan menyapu Tata Surya bagian dalam dengan sangat cepat, hanya dalam 5 juta tahun. Setelah itu ia akan langsung masuk pada tahap pembakaran helium yang juga akan berlangsung dengan sangat cepat, hanya sekitar 130 juta tahun. Matahari akan terus membesar melampaui orbit Merkurius dan kemudian Venus. Nah, pada saat Matahari akan mendekati Bumi, ia akan kehilangan massa 4.9 x 1020 ton setiap tahunnya (setara dengan 8% massa Bumi).
Perjalanan evolusi Matahari sejak lahir sampai menjadi bintang katai putih.
Setelah mencapai tahap akhir sebagai raksasa merah, Matahari akan menghamburkan selubungnya dan inti Matahari akan menyusut menjadi objek seukuran Bumi yang mengandung setengah massa yang pernah dimiliki Matahari. Saat itu, Matahari sudah menjadi bintang katai putih. Bintang kompak ini pada awalnya sangat panas dengan temperatur lebih dari 100 ribu derajat namun tanpa energi nuklir, dan ia akan mendingin dengan berlalunya waktu seiring dengan sisa planet dan asteroid yang masih mengelilinginya.
Zona Laik Huni yang Baru
Saat ini Bumi berada di dalam zona habitasi / laik huni dalam Tata Surya. Zona laik huni atau habitasi merupakan area di dekat bintang di mana planet yang berada di situ memiliki air berbentuk cair di permukaannya dengan temperatur rata-rata yang mendukung adanya kehidupan. Dalam perhitungan yang dilakukan Schroder dan Smith, temperatur planet tersebut bisa menjadi sangat ekstrim dan tidak nyaman untuk kehidupan, namun syarat utama zona habitasinya adalah keberadaan air yang cair.
Terbitnya bintang raksasa merah. Impresi artis. Sumber: Jeff Bryant's Space Art.
Tak dapat dipungkiri, saat Matahari jadi Raksasa Merah, zona habitasi akan lenyap dengan cepat. Saat Matahari melampaui orbit Bumi dalam beberapa juta tahun, ia akan menguapkan lautan di Bumi dan radiasi Matahari akan memusnahkan hidrogen dari air. Saat itu Bumi tidak lagi memiliki lautan. Tetapi, suatu saat nanti, ia akan mencair kembali. Nah saat Bumi tidak lagi berada dalam area habitasi, lantas bagaimana dengan kehidupan di dalamnya? Akankah mereka bertahan atau mungkin beradaptasi dengan kondisi yang baru tersebut? Atau itulah akhir dari perjalanan kehidupan di planet Bumi?
Yang menarik, meskipun Bumi tak lagi berada dalam zona habitasi, planet-planet lain di luar Bumi akan masuk dalam zona habitasi baru milik Matahari dan mereka akan berubah menjadi planet layak huni. Zona habitasi yang baru dari Matahari akan berada pada kisaran 49,4 SA – 71,4 SA. Ini berarti areanya akan meliputi juga area Sabuk Kuiper, dan dunia es yang ada disana saat ini akan meleleh. Dengan demikian objek-objek disekitar Pluto yang tadinya mengandung es sekarang justru memiliki air dalam bentuk cairan yang dibutuhkan untuk mendukung kehidupan. Bahkan bisa jadi Eris akan menumbuhkan kehidupan baru dan menjadi rumah yang baru bagi kehidupan.
Bagaimana dengan Bumi?
Apakah ini akhir perjalanan planet Bumi? Ataukah Bumi akan selamat? Berdasarkan perhitungan Schroder dan Smith Bumi tidak akan bisa menyelamatkan diri. Bahkan meskipun Bumi memperluas orbitnya 50% dari orbit yang sekarang ia tetap tidak memiliki pluang untuk selamat. Matahari yang sedang mengembang akan menelan Bumi sebelum ia mencapai batas akhir masa sebagai raksasa merah. Setelah menelan Bumi, Matahari akan mengembang 0,25 SA lagi dan masih memiliki waktu 500 ribu tahun untuk terus bertumbuh.
Matahari yang menjadi raksasa merah akan mengisi langit seperti yang tampak dari bumi. Gambar ini menunjukan topografi Bumi yang sudah meleleh menjadi lava. Tampak siluet bulan dengan latar raksasa merah. Copyright William K. Hartmann
Saat Bumi ditelan, ia akan masuk ke dalam atmosfer Matahari. Pada saat itu Bumi akan mengalami tabrakan dengan partikel-partikel gas. Orbitnya akan menyusut dan ia akan bergerak spiral kedalam. Itulah akhir dari kisah perjalanan Bumi.
Sedikit berandai-andai, bagaimana menyelamatkan Bumi? Jika Bumi berada pada jarak 1.15 SA (saat ini 1 SA) maka ia akan dapat selamat dari fasa pengembangan Matahari tersebut. Nah bagaimana bisa membawa Bumi ke posisi itu?? Meskipun terlihat seperti kisah fiksi ilmiah, namun Schroder dan Smith menyarankan agar teknologi masa depan dapat mencari cara untuk menambah kecepatan Bumi agar bisa bergerak spiral keluar dari Matahari menuju titik selamat tersebut.
Yang menarik untuk dikaji adalah, umat manusia seringkali gemar berbicara tentang masa depan Bumi milyaran tahun ke depan, padahal di depan mata, kerusakan itu sudah mulai terjadi. Bumi saat ini sudah mengalami kerusakan awal akibat ulah manusia, dan hal ini akan terus terjadi. Bisa jadi akhir perjalanan Bumi bukan disebabkan oleh evolusi matahari, tapi oleh ulah manusia itu sendiri. Tapi bisa jadi juga manusia akan menemukan caranya sendiri untuk lolos dari situasi terburuk yang akan dihadapi.

Sabtu, 21 Juli 2012

Ikan Cupang


Cupang (Betta sp.) adalah ikan air tawar yang habitat asalnya adalah beberapa negara di Asia Tenggara, antara lain Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Ikan ini mempunyai bentuk dan karakter yang unik dan cenderung agresif dalam mempertahankan wilayahnya. Di kalangan penggemar, ikan cupang umumnya terbagi atas tiga golongan, yaitu cupang hias, cupang aduan, dan cupang liar. Di Indonesia terdapat cupang asli,salah satunya adalah Betta channoides yang ditemukan di Pampang, Kalimantan Timur.
Ikan cupang adalah salah satu ikan yang kuat bertahan hidup dalam waktu lama sehingga apabila ikan tersebut ditempatkan di wadah dengan volume air sedikit dan tanpa adanya alat sirkulasi udara (aerator), ikan ini masih dapat bertahan hidup.
Jenis-Jenis Ikan Cupang:
Perkembangan variasi ditinjau dari segi bentuk dan warna terbilang pesat dalam beberapa generasi terakhir. Beberapa jenis cupang yang dikenal sekarang ini:
  • Betta pugnax (Forest Betta)
  • Betta taeniata (Banned Betta)
  • Betta macrostoma (Bruney Beauty)
  • Betta unimaculata (Golden Slender)
  • Betta picta (Painted Betta)
  • Betta anabantoides (Pearly Betta)
  • Betta edithae (Betta Brederi)
  • Betta foerschi (Purple Saphire Betta)
Ikan cupang di atas dikenal sebagai mouth breeder yaitu ikan cupang yang mengerami telurnya di dalam mulut, sedangkan kelompok di bawah ini yang merupakan kerabat ikan cupang (betta), yang membangun sarangnya dengan busa (bublle nest)
  • Betta akarensis (Sarawak Betta)
  • Betta coccina (Clorat's Betta)
  • Betta bellica (Standard's Betta)
  • Betta tesyae (Peaceful Betta)
  • Betta smaragdina (Emerald Betta)
  • Betta imbelis (Slugger's Betta)
  • Betta splendens (Siamese Fighting Fish)
Jenis ikan cupang lain yang dikenal sebagai:
  • Betta albimarginata
  • Betta channoides
  • Betta balunga
  • Betta breviobesus
  • Betta enisae

Cupang hias dibagi lagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
  • Halfmoon (setengah bulan), cupang jenis ini memiliki sirip dan ekor yang lebar dan simetris menyerupai bentuk bulan setengah. Jenis cupang ini pertama kali dibudidaya di Amerika Serikat oleh Peter Goettner pada tahun 1982.
  • Crowntail (ekor mahkota) atau serit, cupang jenis ini pertama kali dibudidayakan oleh seorang peternak cupang yang tinggal di daerah Jakarta barat, tepatnya didaerah slipi skitar tahun1968 (oleh karena itu slipi di sebut juga sebagai pusat ikan cupang hias,nya indonesia ) Ciri utamanya adalah sirip dan ekornya yang menyerupai sisir sehingga di namakan serit.
  • Double tail (ekor ganda)
  • Plakat Halfmoon
  • giant (cupang raksasa), cupang jenis ini merupakan hasil perkawinan silang antara cupang biasa dengan cupang alam, cupang jenis ini ukurannya bisa mencapai 12 cm
Oh iya untuk kerabat cupang silahkan agan liat sendiri di sini

Follow me on twitter: @AdiHalim2

Pantai Kuta


Pantai yang paling terkenal di Bali. Wisatawan yang berlibur di Bali tidak akan pernah lupa untuk berkunjung ke pantai Kuta, terutama pada saat matahari akan terbenam. Pantai Kuta merupakan salah satu tempat di Bali untuk melihat panorama terbenamnya matahari selain Pura Uluwatu, Pura Tanah Lot atau pantai Jimbaran. Dapat kita bayangkan setiap hari terutama pada sore hari pantai Kuta akan penuh dengan wisatawan domestic maupun mancanegara, menantikan matahari terbenam, berenang, atau sekedar jalan-jalan di sepanjang bibir pantai. Yang membuat pantai ini juga terkenal adalah ombaknya yang cukup tinggi untuk melakukan olah raga air terutama berselancar (surfing). Tidak heran kalau disepanjang pantai dapat dengan mudah kita menjumpai papan selancar yang disewakan. Anda mau mencoba?
Aktivitas di Pantai Kuta
Berjemur
Pantai Kuta adalah sebuah magnet bagi beachgoers, terutama bagi mereka yang tertarik untuk mendapatkan banyak tan-didambakan. Berbaring di pantai mengenakan bikini atau celana pendek dan kacamata hitam bisa menjadi cara mudah untuk menghabiskan hari di Kuta atau Anda dapat menyewa kursi panjang matahari hanya sekitar Rp 30.000 per hari.
Namun, waspadalah terhadap sinar kasar – Anda akan sangat tidak nyaman pada hari berikut jika Anda tidak berlaku tabir surya! Pilih perlindungan dengan kandungan SPF yang tinggi dan menghindari panas siang intens untuk memastikan Anda mendapatkan cokelat bersinar indah sebelum Anda kembali ke negara asal Anda. Untuk menghindari dehidrasi Anda disarankan untuk minum banyak air dan minuman ringan – semua tersedia dari vendor patroli pantai, juga menjual makanan ringan, es krim dan buah.
Main Layang-Layang
Berikut ini adalah ide untuk kegiatan, aman dan menyenangkan di pantai dengan keluarga Anda – layang-layang terbang! Ingin tahu tempat untuk membeli satu? Anda dapat dengan mudah menemukan baris dari toko-toko kecil dan pedagang yang menjual layang-layang tradisional Bali mulai dari kecil sampai ukuran raksasa, seperti Bebean (berbentuk ikan), Janggan (berbentuk burung) dan Pecukan (daun berbentuk), harga bervariasi sesuai untuk ukuran dan materi. Sekarang, menemukan tempat berangin sepi dan jauh Anda pergi!
Slingshot
Perawatan untuk sedikit petualangan? Kuta memiliki cara sendiri untuk memuaskan dahaga adrenalin Anda. Di tempat di depan Hotel Kuta Paradiso, ada katapel raksasa yang bisa melontarkan Anda 52 meter di udara. Bingkai Y berbentuk cagak memiliki strip karet dua melekat pada uprights, mengarah kembali ke saku untuk memegang dua kursi aman dirancang. Buka setiap hari 11:00 – terlambat.
Soccer Beach
Mendapatkan kecokelatan tetapi memiliki kalori ekstra yang perlu membakar? Jangan khawatir, Kuta penuh kegiatan pantai. Coba pertandingan sepak bola dengan beberapa penduduk setempat. Mereka biasanya mendirikan tiang gawang di sekitar 16:00 antara Hard Rock Café dan Discovery Shopping Mall. Hanya ikut bermain, atau bahkan lebih baik, membawa teman sehingga tim akan lebih. Sudah saatnya dunia tahu tentang kemampuan anda menggiring bola!
Surfing di Pantai Kuta
Pantai Kuta terkenal dengan memecah gelombang dan air setinggi pinggang, sehingga seperti pantai yang sempurna untuk berselancar pemula. Untuk mendapatkan beberapa pengetahuan dasar tentang surfing, mendaftar untuk pelajaran dengan salah satu sekolah surfing terkenal terletak tepat di depan pantai seperti Odysseys, Rip Curl Surf Sekolah atau Surfer Girl Surfing School.
Sebuah kursus tiga hari berselancar di biaya sekolah yang terakreditasi sekitar US $ 100. Kali berikutnya Anda kembali, selama Anda tetap dalam prakteknya, Anda akan dapat menjelajahi pantai-pantai selancar yang tersembunyi di pulau itu, pasti! Untuk peselancar yang lebih maju, Anda dapat memilih dari lebih dari 30 istirahat surfing lainnya, semua dalam waktu 30 menit berkendara dari Kuta.
Waterbom Park Waterslide
Waterbom adalah 3,8 hektar taman tropis luas petualangan wahana air mendebarkan. Ia memiliki 15 slide kecepatan tinggi, beberapa mencapai sampai 50kph, jalan memusingkan, naik jantung-berdebar dan panjat tebing. Bahkan untuk menjadi lemah hati, ada banyak fasilitas; mencoba rakit sungai yang membawa Anda ke sebuah sungai malas mana Anda dapat menikmati hanyut bersama dalam rakit tabung melalui air terjun cascading, riak lesu dan bahkan dedaunan tropis mewah ke layar Anda dari kebingungan kegembiraan, belum lagi fasilitas spa untuk opsi yang lebih santai.
Di atas bahwa Anda dapat berjemur di taman berumput, bersantai di gazebo atau berenang di sepanjang ke Poolside Bar, untuk memuaskan dahaga Anda sebelum putaran kedua petualangan adrenalin dibebankan! Untuk anak-anak, taman fitur Taman Kiddy, yang dirancang untuk keselamatan anak dan diawasi setiap saat. Jika Anda mendapatkan lapar selama semua aktivitas tersebut, kepala ke food court di tengah taman karena dilarang untuk membawa makanan atau minuman dari luar.

Dinosaurus


Dinosaurus (Yunani δεινόσαυρος, deinosauros) adalah hewan bertulang belakang dominan di ekosistem darat selama lebih dari 160 juta tahun, dari periode Trias Tua (sekitar 230 juta tahun yang lalu) sampai dengan akhir periode Kapur (sekitar 65 juta tahun yang lalu), ketika banyak dari mereka punah pada peristiwa kepunahan Kapur-Tersier. Sepuluh ribuan jenis burung yang hidup sekarang telah diklasifikasikan sebagai dinosaurus.
Penemuan burung primitif tahun 1861 Archaeopteryx pertamakalinya memberi petunjuk kekerabatan erat antara dinosaurus dan burung. Selain adanya kesan bulu yang memfosil, Archaeopteryx sangat mirip dinosaurus pemangsa berukuran kecil Compsognathus. Sejak itu penelitian telah mengidentifikasi dinosaurus theropoda paling mungkin sebagai moyang langsung dari burung; kebanyakan paleontolog sekarang menganggap burung sebagai satu-satunya dinosaurus yang masih bertahan, dan beberapa menyarankan bahwa dinosaurus dan burung mesti dikelompokkan dalam satu kelas biologi. Selain burung, buaya adalah kerabat dekat lain dari dinosaurus yang bertahan sampai kini.. Seperti dinosaurus dan burung, buaya juga anggota Archosauria, kelompok reptil yang muncul pertama kali pada periode Perm sangat tua dan mendominasi pada periode Trias tengah.
Selama paruh pertama dari abad ke 20, banyak komunitas ilmuwan percaya dinosaurus sebagai hewan berdarah dingin yang bodoh dan lambat. Namun, banyak penelitian yang dilakukan sejak tahun 1970-an (disebut renaisans dinosaurus) telah mendukung pandangan bahwa dinosaurus adalah binatang yang aktif dengan metabolisme yang tinggi dan adaptasi yang beragam untuk interaksi sosial. Perubahan yang dihasilkan pada pemahaman ilmiah tentang dinosaurus lambat laun tersaring menjadi kesadaran populer.
Sejak fosil dinosaurus pertama dikenali pada awal abad sembilan belas, rangka dinosaurus yang dirangkai menjadi pertunjukan yang poluler di museum-museum di seluruh dunia. Dinosaurus menjadi budaya dunia dan terus populer. Mereka menjadi topik di buku-buku terlaris dan film-film (paling dikenal Jurassic Park), dan penemuan-penemuan baru secara teratur diungkapkan di media
Istilah "dinosaurus" (Inggris, dinosaur) dikemukakan tahun 1842 oleh Sir Richard Owen dan bersal dari bahasa Yunani δεινός (deinos) "mengerikan, kuat, hebat" + σαῦρος (sauros) "kadal". Istilah dinosaurus kadang-kadang digunakan secara tidak resmi untuk menggambarkan reptil prasejarah lain seperti pelycosaurus Dimetrodon, pterosaurus yang bersayap, serta ichthyosaurus, plesiosaurus dan mosasaurus, meskipun tak satupun dari hewan-hewan ini yang merupakan dinosaurus.
Takson Dinosauria dinamai secara formal tahun 1842 oleh seorang paleontolog Inggris Richard Owen, yang menggunakanna untuk merujuk pada "suku atau sub-ordo dari reptil Sauria" yang kemudian dikenal di Inggris dan seluruh dunia. Istilah tersebut didapat dari kata bahasa Yunani kuno δεινός (deinos yang berarti "mengerikan", "kuat", atau "hebat") dan σαύρα (saura yang berarti "kadal" or "reptil"). Meskipun nama taksonomik tersebut sering diinterpretasikan sebagai rujukan pada gigi, cakar, dan ciri mengerikan lain dari dinosaurus, Owen hanya bermaksud mengingatkan tentang ukuran dan keangungan mereka. Dalam bahasa Inggris sehari-hari "dinosaur" kadang-kadang dipakai untuk menggambarkan benda atau orang kolot atau gagal, meski dinosaurus berkuasa 160 juta tahun dan keturunannya, burung, berjumlah banyak serta beraneka ragam di seluruh dunia.

Triceratops

Triceratops (dari bahasa Yunani, artinya "wajah bertanduk tiga") merupakan jenis dinosaurus bertanduk tiga yang berbadan besar.Panjangnya bisa mecapai 9 m,tingginya sekitar 3,8 m dan berat 6,5 ton. Panggilan pendeknya Tritop. Dinosaurus ini jarang lari ketakutan karena Tyrannosaurus, karena biasanya mereka melindungi diri mereka dengan tanduknya yang tajam. Pernah disebut sebagai dinosaurus ksatria, karena bentuk kombinasi kepala dan tanduknya membuat dirinya seperti seorang ksatria dengan pedang dan tameng. Sebutan ini ada benarnya, karena kulit yang berada pada posisi 'tameng' amatlah keras. Selain itu tanduknya yang tajam mampu membuat lawan ketakutan.


Triceratops memiliki tiga tanduk,dua di alisnya dan satu di hidungnya.Panjang tengkoraknya mencapai 2 m.Triceratops memiliki empat kaki kokoh untuk menopang tubuhnya.Beberapa ahli mengatakan Triceratops tidak bisa berlari cepat,namun mereka dapat mencapai kecepatan setidaknya 30 km/jam.


Fosil Triceratops yang pertama ditemukan adalah dua inti tanduknya.Fosil ini ditemukan tahun 1887 di dekat Denver,Colorado.Ahli paleontologi Amerika,Charles Othniel Marsh waktu itu mengatakan itu hanyalah fosil tanduk banteng.Namun pada tahun 1889,paleontolog John Bell Hatcher menemukan tengkorak Triceratops yang hampir lengkap di Wyoming.Marsh lalu menyadari kekeliruannya dan menamai dinosaurus Ceratopsida itu Triceratops.Bertahun-tahun kemudian,Hatcher menggali dan menemukan lebih dari 40 tulang-tulang Triceratops.
Triceratops adalah dinosaurus terakhir yang berdiri di bumi?

Paus dan komodo ataupun Anaconda mungkin bisa disebut hewan yang pernah hidup bersama dengan dinosaurus besar lain beratus-ratus tahun lalu. Namun menurut para peneliti, tiga hewan tersebut tidak bisa dikategorikan sebagai dinosaurus murni karena mereka hanyalah kerabat dari hewan-hewan sejenis yang hidup di masa lalu.
Menurut sebuah penelitian, di akhir era dinosaurus, terdapat satu dinosaurus besar yang mampu bertahan hidup dan dinyatakan sebagai dinosaurus terakhir dari berbagai jenis dinosaurus yang ada. Teori ini dikemukakan oleh seorang peneliti dari Yale University jurusan Department of Geology and Geophysics bernama Tyler Lyson. 
Seperti yang dikutip oleh Discovery.com, Lyson mengatakan bahwa hewan raksasa yang berhasil bertahan hidup sampai berakhirnya era dinosaurus adalah Triceratops. Hewan besar yang mempunyai tinggi maksimal 3.8 meter dengan panjang 9 meter dan berbobot sekitar 6.5 ton ini hidup sekitar 68 sampai 65 juta tahun lalu dan akhir zaman dinosaurus atau yang dikenal dengan sebutan Late Cretaceous Period atau Cretaceous-Tertiary (K-T) juga sekitar 65 juta tahun lalu.

"Apabila dinosaurus dan Cretaceous-Tertiary memiliki kesamaan tahun, maka bisa dipastikan Triceratops adalah dinosaurus terakhir yang mampu bertahan hidup di bumi," jelas Lyson pada Royal Society Biology Letter. Hal ini juga membuktikan bahwa Triceratops adalah dinosaurus yang berhasil selamat dari hempasan meteorit yang menabrak bumi pada 65.5 juta tahun lalu.

Menurut Lycos, terdapat tiga jenis fosil Triceratops yang ditemukan di dekat tempat jatuhnya meteorit tersebut. Dua jenis fosil Triceratops ditemukan di dataran rendah dekat dengan titik jatuhnya meteorit dan satu jenis lagi berada di dataran tinggi. Triceratops yang berada di dataran tinggi inilah yang diyakini sebagai dinosaurus terakhir di era Cretaceous-Tertiary.

Lyson juga mengatakan, "Memang masih ada beberapa mamalia dan hewan-hewan kecil lain yang selamat dari tumbukan antara meteorit dan bumi di era Cretaceous-Tertiary. Banyak hal yang membuat mereka akhirnya bisa selamat salah satunya adalah berlindung di dalam air atau di daratan tinggi."
Mungkin bisa dibenarkan teori dari Lyson tersebut, karena hewan-hewan besar yang dulunya juga hidup bersama dengan dinosaurus lain seperti paus, komodo, dan Anakonda mempunyai habitat di air. Masuk akal juga.